Sunday, February 6, 2011

Teori Motivasi

Ada dua teori motivasi yaitu :

a. Teori Kepuasan (content theories - teori-teori isi) ----> teori kebutuhan (need theory), adalah memusatkan perhatiannya pada faktor-faktor dalam diri orang yang menggerakkan, mengarahkan, mendukung dan menghentikan perilaku. Teori ini mencoba / menerangkan apa yang menentukan kebutuhan khusus yang memotivasi orang.

1) Hirarki Kebutuhan dari Maslow

(Maslow's need hierachy)

Inti teori Maslow adalah bahwa kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hirarki.

Tingkat kebutuhan paling rendah ialah kebutuhan fisiologis dan tingkat kebutuhan paling tinggi ialah kebutuhan akan perwujduan diri.

Secara hirarki kebutuhanm tersebut adalah sebagai berikut :

a) Fisiologis (Phisiological needs)

Kebutuhan akan makan, minum, tempat tinggal, dan bebas dari rasa sakit.

b) Keselamatan dan keamanan (Safety ans security needs)

Kebutuhan akan kebebasan dari ancaman, yakni aman dari ancaman kejadian atau lingkungan.

c) Kebutuhan sosial (Social needs)

Kebutuhan akan teman, persahabatan, perasaan memiliki dan diterima dalam kelompok, cinta mencintai, kekeluargaan dan sebagainya.

d) Kebutuhan harga diri (Esteems needs)

Kebutuhan status atau kedudukan, penghargaan kehormatan.

e) Kebutuhan perwujudan diri (Self actualization needs)

Kebutuhan untuk memenuhi diri sendiri dengan memaksimumkan penggunaan kemampuan, keahlian dan potensi (pertumbuhan, pengembangan diri).

2) Teori ERG dari Alderfer

Teori ERG adalah teori motivasi kepuasan yang mengatakan bahwa individu mempunyai kebutuhan-kebutuhan akan eksistensi (E). Keterkaitan-Relatedness (R) dan Pertumbuhan - Growth (G).

a) Kebutuhan Eksistensi

Ini adalah kebutuhan yang dipuaskan oleh faktor-faktor seperti makan, air, udara, upah dan kondisi kerja.

b) Kebutuhan Keterkaitan

Ini adalah kebutuhan yang dipuaskan oleh hubungan sosial dan hubungan antar pribadi yang bermanfaat.

c) Kebutuhan Pertumbuhan

Ini adalah kebutuhan dimana individu merasa puas dengan membuat suatu kontribusi (sumbangan) yang kreatif dan produktif.

Herarki kebutuhan Maslow dan teori ERG Alderfer menunjukkan bahwa para mananjer harus peka terhadap perbedaan kebutuhan dan keinginan bawahan, karena setiap individu mempunyai pola kebutuhan, nilai-nilai, dan tujuan yang berbeda dan unik.

3) Teori Dua Faktor dari herzberg

Herzberg menemukan dua kelompok faktor yang mempengaruhi kerja seseorang dalam organisasi.

a) Faktor-faktor penyebab Kepuasan kerja (Job satisfaction) mempunyai pengaruh pendorong (motivasi) bagi prestasi dan semangat kerja ¾> disebut motivators atau "pemuas" (satisfiers) disebut pula kondisi intrinsik. Motivator atau kondisi intrinsik mempunyai pengaruh meningkatkan prestasi kerja atau kepuasan kerja.

Faktor-faktor pemuas tersebut adalah :

1) Prestasi

2) Penghargaan

3) Pekerjaan kreatif dan menantang

4) Tanggung jawab

5) Kemajuan dan peningkatan

b) Faktor-faktor penyebab ketidakpuasan kerja (job dissactifaction) mempunyai pengaruh negatif terhadap prestasi kerja. Apa faktor itu terpenuhi ¾> disebut faktor-faktor pemelihara (hygienic factors atau dissatisfiers) disebut pula kondisi ekstrinsik. Kondisi ekstrinsik seperti upah dan kondisi kerja bersifat ekstern terhadap pekerjaan. Keadaan pekerjaan yang tidak menghasilkan ketidakpuasan jika kondisi tersebut tidak terpenuhi/ada. Tetapi jika kondisi tersebut terpenuhi/ada, tidak memotivasi karyawan.

Faktor-faktor pemelihara tersebut adalah :

1) Upah

2) Kondisi kerja

3) Jaminan pekerjaan

4) Prosedur perusahaan

5) Keamanan kerja

6) Hubungan kerja

7) Status pekerjaan

8) Mutu supervisi

4) Teori Kebutuhan dari Mc Donald's. Clelland

Mc Donald's. Clelland mengemukakan bahwa jika kebutuhan seseorang sangat kuat, dampaknya ialah motivasi orang tersebut untuk menggunakan perilaku yang mengarah ke pemuasan kebutuhannya. Kebutuhan tersebut adalah :

a) Kebutuhan berprestasi (need for achievement)

b) Kebutuhan berafiliasi (need for affiliation)

c) Kebutuhan berkuasa (need for powe).

Sebagai contoh, seseorang yang mempunyai kebutuhan berprestasi yang tinggi terdorong untuk menetapkan tujuan yang penuh tantangan, dan bekerja keras untuk mencapai tujuan tersebut, serta menggunakan keahlian dan kemampuan yang diperlukan untuk mencapainya.

b. Teori proses (process theories)

Teori ini menguraikan dan menganalisis bagaimana perilaku itu digerakkan, diarahkan, didukung dan dihentikan.

Teori ini berkenaan atau berhubungan dengan bagaimana perilaku timbul dan dijalankan.

1) Teori pengharapan (Expection theory)

Teori pengharapan mengatakan bahwa perilaku kerja tenaga kerja dapat dijelaskan sebagai berikut :

Para tenaga kerja menentukan terlebih dahulu apakah perilaku mereka yang dapat dijalankan dan nilai yang diperkirakan sebagai hasil-hasil alternatif dari perilakunya. Bila sekarang tenaga kerja mengharapkan bahwa menyelesaikan pekerjaan pada waktunya akan memperoleh penghargaan, maka ia akan termotivasi untuk memenuhi sasaran tersebut.

Menurut Victor Vroom : orang dimotivasi untuk bekerja bila :

a) Mengharapkan usaha-usaha yang ditingkatkan akan mengarah ke balas jasa tertentu.

b) Menilai balas jasa seabgai hasil dari usaha-usaha mereka.

2) Pembentukan perilaku (operant conditioning = behavior modification)

Teori ini didasarkan terutama atas hukum pengaruh (law of effect), yang menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan konsekuensi-konsekuensi hukuman cenderung tidak diulang.


W. Cloy Hammer telah mengidentifikasikan 6 pedoman teknik pembentukan perilaku, disebut teori belajar (learning theory):

a. Jangan memberi penghargaan yang sama kepada semua orang.

b. Perhatikan bahwa kegagalan untuk memberikan tanggapan dapat juga mengubah perilaku.

c. Beritahu karyawan tentang apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan penghargaan.

d. Beritahu karyawan tentang apa yang dilakukan secara salah.

e. Jangan memberikan hukuman di depan karyawan lain.

f. Bertindaklah adil

No comments:

Post a Comment

Post a Comment