Posts

Hasil Yang Diharapkan Oleh Investor Agresif

Cara yang digunakan oleh Investor Agresif ialah: Bertransaksi sesuai pasar, membeli saham ketika harga mengarah naik dan menjual ketika harga turun. Saham yang dipilih ialah yang cenderung lebih baik dibandingkan rata-rata pasar. Dan cenderung melakukan short-seling . Selektifitas Jangka Pendek. Memilih perusahaan yang saat ini sedang mengalami kenaikan laba dan perkembangan lainnya.  Selektivitas Jangka Panjang. Penekanan kepada pemilihan perusahaan yang memiliki catatan pertumbuhan yang baik dimasa lalu dan akan terus berlanjut dimasa depan. Kadang pemilihan perusahaan yang sifatnya memiliki asumsi memiliki kemampuan meraup laba tinggi dimasa depan. Dalam bukunya, Graham mencoret point nomor 1 tersebut karena cenderung tidak menggunakan analisa menyeluruh dan cenderung merisikokan dana pokok. Selektifitas jangka pendek maupun panjang juga memiliki risiko tersendiri karena Anda pun juga bukan peramal bagaimana perusahaan mampu menghasilkan laba besar kedepannya. Jika kinerja yang ...

Komentar Jason Zweig Terhadap Bab 1 Intelligent Investor

Perhatikan bahwa berinvestasi menurut Graham terdiri dari tiga elemen: Menganalisis sebuah perusahaan secara menyeluruh, kokoh ataukah tidak fondasi bisnisnya, sebelum membeli sahamnya.  Mengambil tindakan untuk melindungi diri dari kerugian besar.  Memasang target untuk mencapai kinerja "lumayan" bukan kinerja "luar biasa". Perbedaan antara investor dan spekulator: Seorang investor mengalkulasi nilai suatu saham berdasarkan nilai bisnis perusahannya sedangkan seorang spekulator berjudul bahwa saham naik karena ada orang lain yang ingin membelinya di harga lebih tinggi.   Investor memperhitungkan harga pasar menggunakan standard nilai yang telah ada. Sedangkan spekulator mendasarkan standard nilai mereka pada harga pasar.    Bagi spekulator, aliran harga saham bagaimana oksigen, begitu terhenti dia akan mati sedangkan untuk investor, harga pasar tidaklah begitu penting, belilah saham jika anda merasa nyaman untuk memilikinya. Walaupun anda tidak tahu harganya sa...

Hasil Yang Diharapkan Investor Defensif

Investor Defensif ialah orang yang tertarik pada keamanan dana dan tidak mau repot. Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, salah satunya adalah harga saham dimasa depan tidak bisa diprediksi, maka dari itu Anda harus dapat memprediksi dan mengontrol perilaku kita sendiri (Graham,1973: Hal. 34) Dalam bab ini Graham juga menjelaskan bahwa untuk Investor Defensif harus mampu untuk membagi penempatan dananya yang signifikan dalam bentuk obligasi maupun saham dan dengan porsi pembagian yang disesuaikan menurut kondisi ekonomi terkini. Investor Defensif harus menempatkan dananya pada obligasi yang jelas pengembaliannya dan juga kepada saham perusahaan terkemuka yang memiliki sejarah kinerja panjang dan kondisi keuangan yang sehat. Investor Agresif dapat membeli saham biasa akan tetapi mereka harus melakukannya dengan analisa yang benar-benar cermat. Ada 3 konsep praktik untuk Investor Defensif yaitu: Belilah saham yang ditawari oleh perusahaan investasi terkemuka daripada menyusun po...

Investasi Versus Spekulasi

Menurut Graham (1973), tindakan investasi adalah tindakan yang, melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan keuntungan memadai. Tindakan yang tidak memenuhi persyaratan ini berarti tindakan spekulasi. Spekulasi bermanfaat karena dua hal. Pertama, tanpa spekulasi, perusahaan baru yang belum teruji tidak akan bisa memperoleh dana untuk ekspansi. Kesempatan menggiurkan dalam jangka panjang untuk memperoleh keuntungan besar adalah pelumas yang memperlancar mesin inovasi. Kedua, risiko dipertukarkan setap kali saham dibeli atau dijual. Pembeli saham membeli risiko utama bahwa harga sahamnya bisa saja turun suatu hari. Sementara itu, penjual saham masih memegang risiko residual-yaitu kemungkinan bahwa harga saham yang dijualnya naik. Spekulasi penuh tidak bisa dikatakan salah, tidak bermoral, atau kata sebagian orang, memperkaya diri sendiri. Spekulasi kadang diperlukan dan tidak bisa dihindari. Karena biasanya, ketika kita memegang suatu saham, terdapat banya...

Catatan Buku Intelligent Investor Oleh Benjamin Graham

Pada moment kali ini, Saya ingin merangkum apa yang ditulis dari buku Intelligent Investor yang ditulis oleh Benjamin Graham di tahun 1973 dan diupdate dengan komentar Jason Zweig pada 2003. Buku ini cukup menarik karena membahas mengenai fundamental dari perusahaan dan pengaruh dari kondisi ekonomi terhadap prestasi dari investasi yang kita lakukan, memahami kondisi ekonomi yang terjadi di Amerika dalam kurun waktu tertentu dan mengkomparasikan dengan prestasi harga saham maupun obligasi yang saat itu. Hal ini juga dapat kita lakukan jika kita ingin menkomparasikan apa yang terjadi saat ini. Komentar pendahuluan yang ditulis oleh Zweig, buku ini akan memberikan 3 pelajaran penting yaitu: Bagaimana meminimalisasi kemungkinan rugi yang tidak dapat diperbaiki. Bagaimana memaksimalkan peluang memperoleh keuntungan yang berkelanjutan. Bagaimana mengendalikan tingkah laku merusak diri yang menyebabkan sebagian besar investor gagal memaksimalkan potensi mereka. Kerugian yang menakutkan, menu...

Prinsip-Prinsip Inti Benjamin Graham

 Prinsip-prinsip inti Benjamin Graham (Graham,1973) yang masih valid hingga saat ini (Zweig, 2003, hal. xv): Saham tidak hanya sekedar simbol ticker atau kedipan elektronik di layar monitor; saham adalah suatu kepentingan kepemilikan dalam bisnis aktual, dan bisnis itu memiliki nilai fundamental yang tidak bergantung pada harga sahamnya.  Pasar adalah sebuah pendulum yang selamanya mengayun antara optimisme temporer (yang menjadikan harga saham terlalu mahal) dan pesimisme tak berdasar (yang menjadikan harga saham terlalu murah). Investor pintar adalah seorang realis yang menjual sahamnya kepada orang optimis dan membelinya dari orang pesimis. Nilai masa depan dari setiap investasi adalah fungsi dari harga sekarang. Semakin tinggi harga yang Anda bayar, semakin rendah return yang akan Anda nikmati. Satu-satunya risiko yang tidak bisa dihilangkan oleh investor manapun adalah risiko melakukan kesalahan, sehati-hati apapun dia. Hanya dengan setia pada apa yang disebut Graham se...

Definisi Pemasaran, Konsep Pemasaran dan Manajemen Pemasaran

A. Pengertian Pemasaran Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah : a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial. B. Konsep Pem...