Posts

Mengapa perusahaan yang memiliki net profit yang terus naik setiap tahun membuat para investor tertarik untuk membeli saham?

Perusahaan yang mampu mencatatkan net profit yang terus meningkat dari tahun ke tahun biasanya menarik perhatian investor karena konsistensi laba merupakan bukti nyata bahwa model bisnis perusahaan tersebut benar-benar bekerja. Kenaikan laba bukan sekadar angka di laporan keuangan, tetapi mencerminkan bahwa produk atau jasa perusahaan diterima pasar, biaya dapat dikendalikan dengan baik, dan manajemen mampu mengelola operasional secara efisien. Dalam dunia investasi, konsistensi jauh lebih dihargai daripada lonjakan laba sesaat, karena kestabilan menunjukkan keberlanjutan usaha dan kemampuan bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Pertumbuhan laba yang stabil juga memberikan rasa aman yang lebih besar bagi investor. Perusahaan dengan profit yang terus meningkat umumnya memiliki arus kas yang sehat, ketergantungan terhadap utang yang lebih terkendali, serta ruang yang cukup untuk melakukan ekspansi tanpa harus mengambil risiko berlebihan. Hal ini membuat risiko kebangkrutan atau penuru...

Mengapa EPS yang naik dan bernilai positif membuat investor tertarik?

Earnings Per Share (EPS) adalah laba bersih perusahaan yang dibagi dengan jumlah saham beredar, sehingga menunjukkan berapa besar keuntungan yang dihasilkan untuk setiap satu lembar saham. Ketika EPS bernilai positif, artinya perusahaan menghasilkan laba, bukan kerugian. Bagi investor, ini adalah fondasi utama karena investasi pada saham pada dasarnya adalah membeli sebagian kepemilikan bisnis. Jika bisnis tersebut menghasilkan keuntungan yang nyata, maka ada nilai ekonomi yang benar-benar tercipta, bukan sekadar harapan atau cerita pertumbuhan. EPS yang positif menjadi menarik karena menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan uang secara riil. Laba tersebut dapat dibagikan sebagai dividen, ditahan untuk ekspansi usaha, digunakan untuk melunasi utang, atau memperkuat struktur keuangan perusahaan. Semua opsi ini pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Investor cenderung lebih percaya pada bisnis yang terbukti menghasilkan keuntungan dibandingkan perusahaan yang terus mer...

Dimulai Pada 10 Juli 2025 (Penempatan Dana Pada Pasar Uang Dan Obligasi) Update 13 Oktober 2025

Image
Pada 10 Juli 2025, saya memulai untuk melakukan penempatan dana keluarga pada pasar uang dan obligasi di aplikasi Bibit untuk mencoba kemampuan saya dalam membaca peluang investasi dengan menerapkan Prinsip Graham. 3 reksadana yang dipilih ialah Sucorinvest Money Market Fund (6,01%), Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A (6,22%) dan ABF Indonesia Bond Index Fund (7,86%). Update per 13 Oktober 2025 : Keseluruhan reksadana dipindah kepada  Eastspring IDR Fixed Income Fund Kelas A dengan alasan bahwa reksadana tersebut memiliki expense ratio yang rendah yaitu 0,32% yang mana berada dalam peringkat ke-3 di aplikasi Bibit. Alasan mengapa saya memilih 3 reksadana tersebut ialah cukup mudah yaitu: Memiliki sejarah pencapaian keuntungan diatas rate deposito normal perbankan yang mana pada saat ini berada pada kisaran 2,5% per tahun. Ketiga reksadana tersebut memiliki sejarah keuntungan sebesar lebih dari 6% per tahun. Memilih reksadana, dibanding memilih obligasi secara mandiri, merupak...

Komentar Bab 8 Jason Zweig Buku Benjamin Graham The Intelligent Investor

DR. JEKYLL DAN TUAN PASAR Pasar nyaris selalu akurat dalam menentukan harga sebagian besar saham. Jutaan pembeli dan penjual yang bersitegang mengenai harga umumnya dapat menentukan nilai perusahaan dengan sangat baik. Tetapi, harga terkadang tidak tepat; terkadang Iagi malah salah besar. Pada saat-saat seperti itu, Anda perlu memahami gambaran Graham tentang Tuan Pasar (Mr. Market), sebuah metafora paling brilian yang pernah diciptakan untuk menjelaskan bagaimana saham bisa menjadi salah harga (mispriced). Tuan Pasar yang gila kambuhan (manic-depressive) tidak selalu menghargai saham dengan cara yang sama dengan cara penaksir (appraiser) atau pembeli privat menilai suatu usaha. Tatkala saham naik, Tuan Pasar malah dengan gembira membeli pada harga lebih tinggi dari nilai objektifnya. Dan, ketika harga turun, dengan putus asa ia membuang pada harga lebih rendah dari nilai sebenarnya. Benarkah Tuan Pasar masih ada? Apakah ia masih berkepribadian ganda (bipolar)? Tak perlu ragu, ia meman...

Point Penting Bab 8 Buku Inteligent Investor Benjamin Graham (30 Juni 2025)

Image
Point Penting: Investor dan Fluktuasi Pasar: Penempatan Obligasi Kelas Atas dengan jatuh tempo singkat, semisal tujuh tahun atau kurang, investor tidak perlu risau akan perubahan harga pasar. Waspadai tindakan spekulasi saham dan jika ingin melakukannya, batasi jumlahnya dan pisahkan akun sekuritas yang digunakan. Fluktuasi Pasar Sebagai Pedoman Keputusan Investasi: Jika ingin spekulasi, perhatikan Timing dan Pricing . Timing ialah berjuang mengantisipasti pergerakan harga, membeli karena memperkirakan harga akan naik di masa datang, dan menjual karena memperkirakan harga akan turun di masa datang. Pricing adalah berjuang membeli saham ketika harga pasarnya dibawah nilai wajar dan menjual ketika harga pasarnya berada di atas nilai wajar. Pricing dalam bentuk yang lebih pasif adalah sedikit berusaha memastikan bahwa ketika membeli saham, kita tidak membelinya terlalu mahal (untuk investor defensif yang mementingkan kepemilikan jangka panjang dan perhatian yang sangat minim terhadap ...

Berinvestasi Saham untuk Pemula: Pertahanan Terbaik adalah Serangan yang Baik

Setelah mengalami kerugian besar di pasar modal, banyak orang berpikir bahwa investasi saham terlalu berisiko. Namun, apakah benar demikian? Mari kita simak penjelasan berikut. Mengenal Investasi Saham Investasi saham dapat menjadi pilihan yang baik jika Anda ingin mengembangkan uang Anda. Namun, banyak orang yang ragu-ragu karena pengalaman buruk di masa lalu. Seorang investor legendaris, Benjamin Graham, mengatakan bahwa menjadi investor defensif tidak berarti Anda harus menghindari risiko sepenuhnya, tetapi lebih tentang seberapa banyak waktu dan energi yang Anda curahkan untuk portofolio Anda. Mengapa Saham Masih Menarik? Setelah krisis pasar pada tahun 2000-2002, banyak investor yang menganggap saham sangat berisiko. Namun, krisis itu sendiri telah menyingkirkan banyak risiko dari pasar saham. Sekarang, harga saham mungkin lebih wajar dan dapat memberikan pertumbuhan di masa mendatang. Logika Investasi Keputusan untuk memiliki saham hari ini tidak terkait dengan kerugian sebelumny...

Komentar Bab 5 Pada Buku Graham (1)

  PERTAHANAN TERBAIK ADALAH SERANGAN YANG BAIK Setelah tragedi besar yang menimpa pasar modal beberapa tahun terakhir, buat apa investor defensif menanam sesen uang pada saham? Pertama-tama, ingatlah penegasan Graham bahwa harus sedefensif apa Anda sebagai investor tidak ditentukan oleh seberapa toleran Anda terhadap risiko, tetapi oleh seberapa Anda mau mencurahkan waktu dan energi untuk portofolio Anda. Jika dilakukan dengan benar, berinvestasi saham sama mudahnya dengan memarkir uang dalam bentuk obligasi atau kas. Di tengah kecamuk pasar bearish yang bermula pada tahun 2000, dapat dimengerti bila Anda sangat gerah—dan perasaan iłu membuat Anda memutuskan untuk tidak pernah lagi membeli saham. Seperti kata peribahasa Turki kuno, "Karena mulut serasa terbakar saat meminum susu panas, Anda pun meniup-niup yogurt sebelum memakannya.” Karena tragedi anjloknya pasar (crash) pada 2000-2002 begitu buruk, banyak investor kini menganggap saham sangat berisiko. Padahal, tragedi pasar iłu...