Mengapa EPS yang naik dan bernilai positif membuat investor tertarik?

Earnings Per Share (EPS) adalah laba bersih perusahaan yang dibagi dengan jumlah saham beredar, sehingga menunjukkan berapa besar keuntungan yang dihasilkan untuk setiap satu lembar saham. Ketika EPS bernilai positif, artinya perusahaan menghasilkan laba, bukan kerugian. Bagi investor, ini adalah fondasi utama karena investasi pada saham pada dasarnya adalah membeli sebagian kepemilikan bisnis. Jika bisnis tersebut menghasilkan keuntungan yang nyata, maka ada nilai ekonomi yang benar-benar tercipta, bukan sekadar harapan atau cerita pertumbuhan.

EPS yang positif menjadi menarik karena menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan uang secara riil. Laba tersebut dapat dibagikan sebagai dividen, ditahan untuk ekspansi usaha, digunakan untuk melunasi utang, atau memperkuat struktur keuangan perusahaan. Semua opsi ini pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Investor cenderung lebih percaya pada bisnis yang terbukti menghasilkan keuntungan dibandingkan perusahaan yang terus merugi meskipun memiliki prospek yang terdengar menarik.

Selain itu, EPS merupakan dasar utama dalam penilaian valuasi saham, khususnya melalui rasio Price to Earnings Ratio (PER), yaitu harga saham dibagi dengan EPS. Jika EPS meningkat sementara harga saham belum naik secara signifikan, maka secara valuasi saham tersebut menjadi lebih murah. Sebaliknya, jika EPS naik dan harga saham ikut naik, hal itu menunjukkan bahwa pasar menghargai pertumbuhan laba perusahaan tersebut. Tanpa EPS yang positif, valuasi menjadi sulit dilakukan secara rasional karena tidak ada laba yang dapat dijadikan dasar perhitungan.

Kenaikan EPS dari tahun ke tahun juga memberikan sinyal bahwa bisnis berkembang dan dikelola dengan baik. Pertumbuhan EPS biasanya mencerminkan peningkatan penjualan, perbaikan margin keuntungan, efisiensi operasional, atau keunggulan kompetitif yang kuat. Bagi investor jangka panjang, pola pertumbuhan laba yang konsisten merupakan indikator adanya efek compounding, di mana keuntungan yang terus bertumbuh dapat mendorong kenaikan nilai perusahaan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Dalam jangka pendek, harga saham memang dapat dipengaruhi oleh sentimen pasar, emosi, atau faktor eksternal. Namun dalam jangka panjang, pergerakan harga saham cenderung mengikuti pertumbuhan laba perusahaan. Laba adalah fondasi yang menopang nilai intrinsik sebuah bisnis. Karena itu, investor berpengalaman dan penganut value investing sangat memperhatikan konsistensi pertumbuhan EPS sebagai salah satu indikator utama kualitas perusahaan.

Meski demikian, kenaikan EPS tetap harus dianalisis dengan hati-hati. Tidak semua kenaikan laba mencerminkan kinerja operasional yang sehat. EPS bisa saja meningkat karena faktor non-operasional seperti penjualan aset, keuntungan satu kali, atau aksi buyback saham yang mengurangi jumlah saham beredar. Oleh karena itu, EPS sebaiknya dianalisis bersama indikator lain seperti arus kas, tingkat utang, dan rasio profitabilitas untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut benar-benar berkelanjutan.

Secara keseluruhan, EPS yang positif dan terus meningkat menarik bagi investor karena menunjukkan bahwa perusahaan menghasilkan laba nyata, memiliki dasar valuasi yang jelas, serta berpotensi menciptakan pertumbuhan jangka panjang. Dalam dunia investasi, laba adalah gravitasi yang pada akhirnya menarik harga saham mengikuti kinerja bisnisnya.

Popular posts from this blog

Kelemahan Perencanaan

Unsur dan Hirarki Rencana

Langkah-Langkah Proses Pengawasan