Posts

Mengapa perusahaan yang memiliki net profit yang terus naik setiap tahun membuat para investor tertarik untuk membeli saham?

Perusahaan yang mampu mencatatkan net profit yang terus meningkat dari tahun ke tahun biasanya menarik perhatian investor karena konsistensi laba merupakan bukti nyata bahwa model bisnis perusahaan tersebut benar-benar bekerja. Kenaikan laba bukan sekadar angka di laporan keuangan, tetapi mencerminkan bahwa produk atau jasa perusahaan diterima pasar, biaya dapat dikendalikan dengan baik, dan manajemen mampu mengelola operasional secara efisien. Dalam dunia investasi, konsistensi jauh lebih dihargai daripada lonjakan laba sesaat, karena kestabilan menunjukkan keberlanjutan usaha dan kemampuan bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Pertumbuhan laba yang stabil juga memberikan rasa aman yang lebih besar bagi investor. Perusahaan dengan profit yang terus meningkat umumnya memiliki arus kas yang sehat, ketergantungan terhadap utang yang lebih terkendali, serta ruang yang cukup untuk melakukan ekspansi tanpa harus mengambil risiko berlebihan. Hal ini membuat risiko kebangkrutan atau penuru...

Mengapa EPS yang naik dan bernilai positif membuat investor tertarik?

Earnings Per Share (EPS) adalah laba bersih perusahaan yang dibagi dengan jumlah saham beredar, sehingga menunjukkan berapa besar keuntungan yang dihasilkan untuk setiap satu lembar saham. Ketika EPS bernilai positif, artinya perusahaan menghasilkan laba, bukan kerugian. Bagi investor, ini adalah fondasi utama karena investasi pada saham pada dasarnya adalah membeli sebagian kepemilikan bisnis. Jika bisnis tersebut menghasilkan keuntungan yang nyata, maka ada nilai ekonomi yang benar-benar tercipta, bukan sekadar harapan atau cerita pertumbuhan. EPS yang positif menjadi menarik karena menunjukkan bahwa perusahaan mampu menghasilkan uang secara riil. Laba tersebut dapat dibagikan sebagai dividen, ditahan untuk ekspansi usaha, digunakan untuk melunasi utang, atau memperkuat struktur keuangan perusahaan. Semua opsi ini pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan. Investor cenderung lebih percaya pada bisnis yang terbukti menghasilkan keuntungan dibandingkan perusahaan yang terus mer...

Komentar Bab 8 Jason Zweig Buku Benjamin Graham The Intelligent Investor

DR. JEKYLL DAN TUAN PASAR Pasar nyaris selalu akurat dalam menentukan harga sebagian besar saham. Jutaan pembeli dan penjual yang bersitegang mengenai harga umumnya dapat menentukan nilai perusahaan dengan sangat baik. Tetapi, harga terkadang tidak tepat; terkadang Iagi malah salah besar. Pada saat-saat seperti itu, Anda perlu memahami gambaran Graham tentang Tuan Pasar (Mr. Market), sebuah metafora paling brilian yang pernah diciptakan untuk menjelaskan bagaimana saham bisa menjadi salah harga (mispriced). Tuan Pasar yang gila kambuhan (manic-depressive) tidak selalu menghargai saham dengan cara yang sama dengan cara penaksir (appraiser) atau pembeli privat menilai suatu usaha. Tatkala saham naik, Tuan Pasar malah dengan gembira membeli pada harga lebih tinggi dari nilai objektifnya. Dan, ketika harga turun, dengan putus asa ia membuang pada harga lebih rendah dari nilai sebenarnya. Benarkah Tuan Pasar masih ada? Apakah ia masih berkepribadian ganda (bipolar)? Tak perlu ragu, ia meman...

Point Penting Bab 8 Buku Inteligent Investor Benjamin Graham (30 Juni 2025)

Image
Point Penting: Investor dan Fluktuasi Pasar: Penempatan Obligasi Kelas Atas dengan jatuh tempo singkat, semisal tujuh tahun atau kurang, investor tidak perlu risau akan perubahan harga pasar. Waspadai tindakan spekulasi saham dan jika ingin melakukannya, batasi jumlahnya dan pisahkan akun sekuritas yang digunakan. Fluktuasi Pasar Sebagai Pedoman Keputusan Investasi: Jika ingin spekulasi, perhatikan Timing dan Pricing . Timing ialah berjuang mengantisipasti pergerakan harga, membeli karena memperkirakan harga akan naik di masa datang, dan menjual karena memperkirakan harga akan turun di masa datang. Pricing adalah berjuang membeli saham ketika harga pasarnya dibawah nilai wajar dan menjual ketika harga pasarnya berada di atas nilai wajar. Pricing dalam bentuk yang lebih pasif adalah sedikit berusaha memastikan bahwa ketika membeli saham, kita tidak membelinya terlalu mahal (untuk investor defensif yang mementingkan kepemilikan jangka panjang dan perhatian yang sangat minim terhadap ...

Berinvestasi Saham untuk Pemula: Pertahanan Terbaik adalah Serangan yang Baik

Setelah mengalami kerugian besar di pasar modal, banyak orang berpikir bahwa investasi saham terlalu berisiko. Namun, apakah benar demikian? Mari kita simak penjelasan berikut. Mengenal Investasi Saham Investasi saham dapat menjadi pilihan yang baik jika Anda ingin mengembangkan uang Anda. Namun, banyak orang yang ragu-ragu karena pengalaman buruk di masa lalu. Seorang investor legendaris, Benjamin Graham, mengatakan bahwa menjadi investor defensif tidak berarti Anda harus menghindari risiko sepenuhnya, tetapi lebih tentang seberapa banyak waktu dan energi yang Anda curahkan untuk portofolio Anda. Mengapa Saham Masih Menarik? Setelah krisis pasar pada tahun 2000-2002, banyak investor yang menganggap saham sangat berisiko. Namun, krisis itu sendiri telah menyingkirkan banyak risiko dari pasar saham. Sekarang, harga saham mungkin lebih wajar dan dapat memberikan pertumbuhan di masa mendatang. Logika Investasi Keputusan untuk memiliki saham hari ini tidak terkait dengan kerugian sebelumny...

Komentar Bab 5 Pada Buku Graham (1)

  PERTAHANAN TERBAIK ADALAH SERANGAN YANG BAIK Setelah tragedi besar yang menimpa pasar modal beberapa tahun terakhir, buat apa investor defensif menanam sesen uang pada saham? Pertama-tama, ingatlah penegasan Graham bahwa harus sedefensif apa Anda sebagai investor tidak ditentukan oleh seberapa toleran Anda terhadap risiko, tetapi oleh seberapa Anda mau mencurahkan waktu dan energi untuk portofolio Anda. Jika dilakukan dengan benar, berinvestasi saham sama mudahnya dengan memarkir uang dalam bentuk obligasi atau kas. Di tengah kecamuk pasar bearish yang bermula pada tahun 2000, dapat dimengerti bila Anda sangat gerah—dan perasaan iÅ‚u membuat Anda memutuskan untuk tidak pernah lagi membeli saham. Seperti kata peribahasa Turki kuno, "Karena mulut serasa terbakar saat meminum susu panas, Anda pun meniup-niup yogurt sebelum memakannya.” Karena tragedi anjloknya pasar (crash) pada 2000-2002 begitu buruk, banyak investor kini menganggap saham sangat berisiko. Padahal, tragedi pasar iÅ‚u...

Komentar Jason Sweig di Intelligent Investor Halaman 116

Ada pelajaran kedua dari pendekatan Graham. Satu-satunya hal yang bisa Anda yakini ketika meramal return saham masa depan adalah bahwa Anda bisa saja salah total. Satu-satunya kebenaran pasti yang diajarkan oleh masa lalu kepada kita adalah bahwa masa datang akan selalu mengejutkan kita—selalu! Sebagai konsekuensi dari hukum sejarah keuangan tersebut, pasar akan sangat mengejutkan orang-orang yang paling meyakini bahwa pandangan mereka tentang masa datang adalah tepat. Tetap ragu akan kemampuan meramal Anda, seperti halnya Graham, akan membuat Anda terhindar dari pengambilan risiko besar, mengingat ramalan Anda tentang masa depan boleh jadi sama sekali salah. Jadi, mohon turunkan ekspektasi Anda—namun tetap jaga agar jangan sampai menghilangkan semangat Anda. Bagi investor pintar, harapan pasti selalu ada, karena memang demikianlah adanya. Dalam pasar uang, semakin buruk kelihatannya masa datang, semakin baik biasanya kenyataan. Seorang sinis pernah berujar kepada G. K. Chesterton, nov...

Follow The Trend Pine Editor Trading View

Image
  Gambar-gambar diatas menunjukkan penggunaan pine editor pada Trading View yang menurut kami menjadi hal yang menarik karena menampilkan indikator yang hanya "Follow The Trend". Berikut ialah Pine Script-nya: // @version= 6 indicator ( "MA 20 Color" , overlay = true ) ma20 = ta.sma ( close , 20 ) barcolor ( close > ma20 ? color.red : color.green ) barcolor ( close < ma20 ? color.red : color.green ) Anda bisa mencobanya untuk spekulasi atau investing dengan cara yang mudah dan nyaman.

Berinvestasi vs Berspekulasi: Tips dari Benjamin Graham

Sebagai investor saham, penting untuk memahami perbedaan antara berinvestasi dan berspekulasi. Benjamin Graham, seorang investor legendaris, memberikan beberapa tips penting untuk membantu Anda menghindari risiko spekulasi. 3 Peringatan Graham tentang Spekulasi Jangan Terperdaya: Jangan teperdaya oleh pikiran bahwa Anda sedang berinvestasi ketika sebenarnya Anda sedang berspekulasi. Spekulasi yang Berbahaya: Berspekulasi akan menjadi sangat mematikan pada saat Anda mulai melakukannya dengan serius. Buat Batasan: Anda harus membuat batasan yang tegas tentang jumlah yang berani Anda pertaruhkan. "Uang Gila" Graham menyarankan agar Anda menyisihkan bagian kecil dari portofolio Anda untuk digunakan sebagai "uang gila" atau uang yang digunakan untuk spekulasi. Ia menyarankan agar Anda tidak meletakkan lebih dari 10% dari harta Anda ke dalam rekening spekulatif. Tips untuk Menghindari Risiko Jangan mencampur uang dalam rekening spekulatif dengan uang yang ada dalam rekeni...

Graham Number

Banyak cara yang dapat digunakan oleh investor jika ingin menilai harga suatu saham apakah saham tersebut murah atau mahal. Salah satu cara yang dapat digunakan ialah menilai saham menggunakan rumus dari Graham. Mengenal Graham Number: Rumus Benjamin Graham untuk Menilai Saham Sebagai investor saham, Anda pasti ingin mengetahui apakah saham yang Anda incar itu undervalued atau tidak. Salah satu cara untuk menilainya adalah dengan menggunakan rumus Graham Number yang dikembangkan oleh Benjamin Graham, seorang investor legendaris. Apa itu Graham Number? Graham Number adalah rumus yang digunakan untuk menilai apakah saham suatu perusahaan itu undervalued atau tidak. Rumusnya adalah: √(22,5 x EPS x BVPS) Di mana: EPS (Earnings per Share) adalah laba bersih perusahaan yang dibagi dengan jumlah saham yang beredar. BVPS (Book Value per Share) adalah nilai buku perusahaan yang dibagi dengan jumlah saham yang beredar. Angka 22,5 dalam rumus tersebut merupakan hasil perkalian antara rasio P/E (P...

Pemasaran dan Manajemen Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek. Berikut adalah beberapa definisi pemasaran yang dapat membantu memahami konsep ini: Definisi Pemasaran - Proses Sosial dan Manajerial: Pemasaran adalah proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk serta nilai dengan pihak lain (Philip Kotler dan Amstrong). - Pemberian Kepuasan: Pemasaran juga dapat didefinisikan sebagai proses pemberian kepuasan kepada konsumen untuk mendapatkan laba. - Kegiatan Manusia: Pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran (Philip Kotler). Pemikiran dan Praktek Pemasaran Modern Pemikiran dan praktek pemasaran modern berfokus pada memahami, menciptakan, mengkomunikasikan, dan memberi nilai serta kepuasan kepada konsumen. Dengan memahami kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menciptakan strategi pemas...

Pemasaran: Pengertian, Konsep, dan Manajemen

Pengertian Pemasaran Pemasaran adalah suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek. Berikut beberapa definisi pemasaran yang dapat membantu memahami konsep ini: - Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. - Philip Kotler dan Amstrong mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain. - Pemasaran juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi, dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan. - Menurut W. Stanton, pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistrib...

Short-Selling Sebagai Investor Agresif

Short-selling dalam saham adalah strategi investasi yang melibatkan penjualan saham yang tidak dimiliki oleh investor dengan harapan harga saham akan turun di masa depan. Berikut adalah cara kerja short-selling: Cara Kerja Short-Selling Pinjam Saham: Investor meminjam saham dari broker atau lembaga keuangan lainnya. Jual Saham: Investor menjual saham yang dipinjam dengan harga pasar saat ini. Tunggu Harga Turun: Investor menunggu harga saham turun di masa depan. Beli Kembali Saham: Investor membeli kembali saham yang sama dengan harga yang lebih rendah. Kembalikan Saham: Investor mengembalikan saham yang dipinjam kepada broker atau lembaga keuangan. Keuntungan Short-Selling Keuntungan dari Harga Turun: Investor dapat memperoleh keuntungan dari penurunan harga saham. Diversifikasi Portofolio: Short-selling dapat membantu investor diversifikasi portofolio mereka. Risiko Short-Selling Risiko Kerugian Tak Terbatas: Jika harga saham naik, investor dapat mengalami kerugian yang tak terbatas...

Margin Of Safety (MOS)

Image
Penekanan Graham bahwa untuk menekan risiko dalam investasi saham, kita harus memahami apa yang dinamakan dengan Margin Of Safety (MOS), yang mana merupakan selisih dari harga saham saat ini dengan harga wajarnya. Jika kita mendapati nilai saat harga saham lebih rendah darii harga wajarnya, maka saham tersebut layak untuk dimiliki dan tidak perlu takut dengan naik dan turunnya harga yang tak terkendali. Sebagai contoh, saham BBNI saat ini per tanggal 28 April 2025 ialah Rp. 4.190,00 per lembar saham sedangkan jika kita melihat "Graham Number" harga wajarnya saat ini ialah Rp. 6.588,00  per lembar saham. Dengan demikian untuk MOS-nya ialah Rp. 2.376,00. Dari sini kita mendapatkan informasi bahwa jika kita membeli di harga terkini, maka saham tersebut bisa dikatakan murah dan wajar dan layak untuk dikoleksi.    Sumber Data : tradingview.com HQSahamIDX (Telegram dan Playstore)