Posts

Pedoman dalam Menetapkan Tujuan

a. Didalam menetapkan tujuan organisasi harus melibatkan individu-individu yang terlibat didalam usaha pencapaian tujuan tersebut. b. Manajer puncak yang lebih banyak menguasai informasi tentang tujuan yang sifatnya umum dan strategis harus mampu untuk memberi penjabaran pada tujuan yang tingkat lebih rendah. c. Tujuan harus Realistis Tujuan yang tidak realistis akan sekedar sebagai lamunan dan akan sulit untuk direalisasikan karena mungkin tidak sesuai dengan kondisi intern maupun ekstern. d. Tujuan harus jelas Tujuan yang tidak jelas akan membingungkan pelaksana kegiatan, karena menjadi tidak tahu kemana seharusnya arah kegiatan. e. Tujuan dirumuskan dengan sederhana Hal itu dilakukan supaya mudah dipahami dan tidak timbul kesalahan interpretasi yang kemudian akan menimbulkan kesalahan pelaksanaan kegiatan pencapaian tujuan. f. Tujuan untuk masing-masing satuan organisasi tidak bertentangan bahkan harus konsisten dengan tujuan...

Manfaat Ditetapkan Tujuan Organisasi

a. Pedoman bagi kegiatan Agar seluruh kegiatan tidak menyimpang dari arah yang telah ditetapkan, yaitu menuju tercapainya tujuan. b. Sumber Legitimasi Tujuan merupakan sumber legitimasi, dengan tujuan yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai atau keinginan dari berbagai golongan yang terkait maka akan menimbulkan dukungan dari mereka baik secara langsung maupun tidak langsung. c. Standar pelaksanaan kegiatan Tujuan yang akan dapat digunakan untuk mengukur sejauh mana kegiatan itu mendukung atau memberikan kontribusi pencapaian tujuan. d. Sumber Motivasi Tujuan yang ditetapkan dengan tepat sesuai dengan kemampuan atau dapat mendorong pelaksana kegiatan untuk mencapainya. Tetapi sebaliknya tujuan yang terlalu muluk (tinggi) akan menimbulkan frustasi dan apabila tujuan terlalu rendah akan tidak mendidik, sebab pelaksana akan bangga padahal apa yang dicapai adalah tujuan rendah. e. Dasar Nasional Pengorganisasian Dari pengertian organ...

Proses Penetapan Tujuan

Setiap tujuan organisasi harus dirumuskan dengan jelas. Proses penetapan tujuan pada hakekatnya adalah usaha untuk menciptakan hasil tertentu melalui berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan. Tanpa tujuan yang ditetapkan lebih dahulu maka segala kegiatan tidak mempunyai arah tertentu, sebab tidak adanya pegangan bagi mereka yang akan melakukan kegiatan tersebut. Atau dengan kata lain pelaksana kegiatan tidak dapat mengetahui kemana kegiatan akan diarahkan. Itulah pentingnya bahwa penetapan tujuan harus dilakukan lebih dahulu. Penetapan tujuan strategi menjadi tanggung jawab manajer puncak walau dengan tidak mengabaikan masukan dari bawah. Yang kemudian dari tujuan strategis tersebut dijabarkan lagi dalam bentuk tujuan khusus yang akan dicapai oleh satuan organisasi yang ada, dalam mendukung tercapai tujuan akhir organisasi. Adapun proses pertama tujuan itu sebagai berikut : a. Melakukan Forecasting Yaitu kegiatan meramal, mengistimasi faktor atau kemungkinan ya...

Pengertian Penetapan Tujuan

Sesuai dengan pengertian manajemen bahwa kegiatan manajemen pada prinsipnya adalah untuk mencapai tujuan. Tujuan adalah suatu hasil akhir atau segala sesuatu yang akan dicapai. Tujuan yang dapat diukur dengan standarnya disebut sasaran atau target. Sehingga tujuan mempunyai pengertian lebih luas dan sasaran mempunyai pengertian lebih khusus (lihat hierarki rencana). Ada tujuan umum, tujuan khusus maupun tujuan akhir. Tujuan umum sifatnya umum dan menyeluruh dan sifatnya adalah strategis sehingga disebut tujuan strategis (goals). Tujuan umum tersebut dijabarkan ke dalam tujuan khusus dan tujuan akhir untuk dicapai secara koordinatif oleh satuan-satuan organisasi yang ada dalam mendukung tercapainya tujuan akhir organisasi tersebut. Didalam manajemen tujuan strategi antara lain akan dipengaruhi oleh: a. Misi organisasi b. Nilai-nilai yang dipegang manajer c. Kekuatan dan kelemahan organisasi d. Kesempatan dan ancaman dari lingkung...

Kebaikan dan Kelemahan Perencanaan Strategis

Kebaikan Perencanaan Strategis: Memberikan pedoman yang konsisten bagi kegiatan-kegiatan organisasi. Membantu para manajer dalam membuat keputusan (memberikan banyak informasi). Meminimumkan kesalahan, karena tujuan atau sasaran dan strategi dirumuskan dengan cermat. Kelemahan Perencanaan Strategis: Perencanaan strategis formal memerlukan investasi dalam waktu, uang, tenaga yang cukup besar. Perencanaan strategis cenderung membatasi organisasi hanya terhadap pilihan yang paling rasional dan bebas resiko besar. Komentar:   Sebuah Divisi Marketing dengan target penjualan yang cukup besar diminta untuk memilih apakah anggaran promosi yang terbatas, akan digunakan untuk me- maintenance konsumen prioritas atau akan digunakan untuk membuat event yang menambah brand awareness di masyarakat. Hal ini menjadi pilihan yang menantang untuk seorang manajer marketing. Disisi lain, me- maintenance konsumen prioritas berarti kita mungkin mendapatkan kesempatan untuk closing produk leb...

Beberapa Sebab Semakin Pentingnya Perencanaan Strategis

1. Cepatnya perubahan teknologi Produk yang dihasilkan harus selalu sesuai perkembangan teknologi dan metode kerja baru. Dilakukan dalam mempertahankan langganan dan mencari kesempatan baru. 2. Meningkatnya kompleksitas pekerjaan manajer Manajer tidak hanya menghadapi pekerjaan sekarang, tetapi harus memikirkan pertumbuhan usaha dan pemasaran dimasa yang akan datang disamping juga memikirkan adanya persaingan sehingga perlu perencanaan jangka panjang. 3. Meningkatnya kompleksitas lingkungan ekstern Manajer modern tidaj bisa hanya memikirkan masalah intern organisasi perusahaannya, tetapi faktor lingkungan ekstern seperti : perubahan sosial, perubahan peraturan perundangan, perubahan politik harus diperhatikan. 4. Makin panjangnya jangkauan perencanaan Keputusan-keputusan manajemen makin didasarkan pada kesempatan dan harapan akan hasil dalam jangka panjang.

Langkah-Langkah Penyusunan Perencanaan Strategis

1. Penentuan Tujuan Manajer atas memilih tujuan strategis. Pemilihan ini dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dianut manajer, disamping kekuatan dan kelemahan organisasi. Sedangkan tujuan itu mencakup pernyataan umum tentang, misi, maksud dan tujuan organisasi. 2. Analisa Lingkungan Tujuan yang dipilih harus disesuaikan faktor-faktor yang membatasi yaitu faktor ekstern. Oleh karena itu dibutuhkan analisa faktor ekstern dan faktor internal (kekuatan dan kelemahan perusahaan). 3. Menetapkan Ukuran Tujuan spesifik dengan ukuran tertentu dapat : a. Memudahkan cara mencapai b. Menjadi pendorong efektif c. Membantu manajemen bawah menyusun rencana d. Memudahkan pengukuran keberhasilan dan kegagalan 4. Membuat Rencana Unit Setelah manajer atas secara tentatif merumuskan tujuan umum jangka panjang, maka manajer bawah menentukan tujuan unit untuk menyumbangkan tercapainya tujuan umum. 5. Pembandingkan Rencana Unit d...